Kapan Harus Pergi ke Dokter Gigi Saat Pandemi Covid-19?

masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan gigi namun tidak dalam kondisi darurat, bisa memanfaatkan layanan teledental medicine atau teledentistry

Istimewa
Ilustrasi sakit gigi 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM- Banyak orang mungkin merasa takut untuk memeriksakan gigi di tengah pandemi Covid-19.

Di sisi lain, sebagian dokter gigi juga cenderung membatasi pemeriksaan di tengan pandemi untuk mengurangi risiko penyebaran atau penularan virus corona penyebab Covid-19.

Dokter Spesialis Konservasi Gigi RSGM Soelastri UMS Solo, drg. Noor Hafida W., Sp.KG, mengungkapkan masyarakat memang dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan gigi setiap 6 bulan sekali bagi orang dewasa dan 3 bulan sekali bagi anak-anak.

Baca juga: Amankah Pergi ke Dokter Gigi Saat Pandemi Covid-19?

Namun, karena masih pandemi Covid-19, kata dia, pemeriksaan gigi rutin tersebut bisa ditunda. Kecuali, seseorang mengalami kondisi darurat, dipersilakan mendatangi dokter gigi atau rumah sakit.

“Karena masih pandemi, masyarakat sementara disarankan untuk datang ke dokter gigi apabila ada kasus-kasus emergency,” jelas drg. Fida saat diwawancarai Kompas.com, Rabu (2/12/2020).

Kasus darurat yang dimaksud drg. Fida cukup beragam, meliputi:

1. Sakit gigi yang sangat dan tidak bisa sembuh dengan obat
2. Pendarahan hebat pada gigi
3. Gigi patah terutama apabila sampai menyebabkan nyeri atau kerusakan jaringan
4. Trauma yang memengaruhi kemampuan bernapas
5. Ditemukan abses gigi atau abses gusi, yakni munculnya bengkak berisi nanah pada gigi atau gusi
6. Masalah pada struktur tulang rahang
7. Perawatan pascaoperasi yang tidak dapat dilakukan secara mandiri
8. Pemeriksaan gigi terkait dengan perawatan kanker
“Jadi ke dokter gigi jika benar-benar dibutuhkan atau diperlukan agar kondisinya tidak menjadi semakin parah,” jelas dia.

Baca juga: Punggung Terasa Nyeri Setelah Bangun Tidur, 3 Hal Ini Bisa Menjadi Penyebabnya

drg. Fida menyampaikan, sebagai alternatif, masyarakat yang ingin melakukan pemeriksaan gigi namun tidak dalam kondisi darurat, bisa memanfaatkan layanan teledental medicine atau teledentistry, yakni konsultasi online kesehatan gigi dan mulut yang disediakan masing-masing fasilitas kesehatan (faskes).

Layanan ini dilakukan oleh dokter dengan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendiagnosis, mengobati, mencegah dan mengevaluasi kesehatan pasien dengan tetap memperhatikan kompetensi dan kewenangannya.

Ketika melakukan teledentistry, dokter dan pasien akan terhubung secara langsung baik secara audio maupun visual lewat perangkat digital.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Maudy Asri Gita Utami
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved