Komunitas Pemuda Membangun Desa, Siapkan Generasi Unggul Anak Desa Punggur

Kepercayaan diri dari masyarakat desa pun harus terus ditingkatkan. Jangan malu jadi orang desa, karena tanpa desa, masyarakat kota tidak bisa apa-apa

Istimewa
Komunitas Pemuda Membangun Desa 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM- Dalam rangka menjadi pegiat desa pemuda harus mampu membangun sinergi, dan bekerja sama.

Hal itu tidaklah mudah karena akan membutuhkan komitmen dan konsisten terhadap komitmen itu sendiri.

Kepercayaan diri dari masyarakat desa pun harus terus ditingkatkan. Jangan malu jadi orang desa, karena tanpa desa, masyarakat kota tidak bisa apa-apa.

Mari kita sedikit merenungi penggalan lagu Ibu Pertiwi:“Hutan gunung sawah lautan Simpanan kekayaan “Pertanyaannya sekarang adalah, dimanakah simpanan kekayaan itu? Ya di Desa.

Baca juga: 19 Cara Alami Atasi Sakit Kepala, Serap Vitamin Hingga Gunakan Minyak Essensial

Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa dalam upaya mendukung implementasi Undang-undang Desa, perlu melibatkan semua unsur kelompok masyarakat desa, salah satunya adalah pemuda/pemudi.

Hingga hadirnya satu diantara Komunitas Pemuda Membangun Desa (KPMD).

Tujuan komunitas ini sangat istimewa, yakni menjadikan KPMD sebagai wadah bagi anak anak muda di Desa Punggur Kecil dan sekitarnya untuk mengukir peradaban baru yang akan menjadi sejarah dikemudian hari.

Banyak anak muda yang ingin mengabdikan dirinya ke ibu Pertiwi atau desanya namun masih terkendala.

Anak-anak desa butuh wadahnya, butuh orang lain yang sepemikiran, butuh support/dukungan.

"Hal inilah menjadi jawaban dimana anak anak muda perlu ada perahu untuk menyatukannya untuk mencapai tujuan bersama," ujar Ketua Komunitas KPMD, Suhaimi.

Lanjutnya, merupakan hak masyarakat untuk terlibat dalam seluruh proses berdesa sebagai wujud dari pengakuan atas rekognisi dan subsidiaritas desa dalam melaksanakan kewenangan berdasarkan hak asal usul dan kewenangan lokal berskala desa.

Menurutnya, Pemuda menyimpan potensi besar untuk memimpin pembangunan di Desa.

Mereka dapat menjadi kunci keberlanjutan pembangunan dengan pemikiran-pemikiran Zaman Now.

Baca juga: Berkenalan Dengan Komunitas Kucing Kalbar, Borneo Cat

Aktivitas pemuda saat ini, sangat dekat dengan kecepatan informasi dan perkembangan teknologi.

Hal tersebut diyakini menjadi modal besar bagi para pemuda untuk tidak lagi cuek-cuek bebek terhadap pembangunan di desanya.

"Dalam membangun sebuah Desa tugas pemuda tidaklah gampang, karena permasalahan desa yang begitu banyak pemuda harus mampu menciptakan Inovasi yang tepat agar semangat perubahan dalam membangun desa tidak berbenturan dengan budaya dan adat istiadat desa, bukan tak mungkin permasalahan akan muncul dari para kaum tua desa yang mungkin adanya miss persepsi dengan cita-cita pemuda desa itu sendiri," ujarnya.

Dengan begitu, komunitas inipun mempunyai banyak kegiatan yang mampu mewujudkan mimpi tersebut, yakni diantaranya adalah Sosial (KPMD Peduli KPMD Berbagi) infak beras tiap bulan ke pondok pesantren di wilayah Punggur dan sekitarnya.

Kedua, Ekonomi (Menggerakkan perekonomian rakyat dengan memaksimalkan sumber daya alam setempat dengan memperbaiki proses hulu dan hilirnya sesuai perkembangan zaman dalam rangka penyesuaian permintaan pasar.

"Pada tahap awal komoditi yang diangkat yaitu kopi. Pada umumnya masyarakat Punggur menganggap kopi hanya tanaman yang ditanam sementara untuk menunggu tanaman kerasnya berbuah misalnya Langsat dan Durian," terang Suhaimi.

Program ketiga berdasar tentang Pendidikan, dimana mereka membuat berbagai seminar kepemudaan dan menjadi tenaga pengajar relawan di Rumah Pintar Punggur Cerdas.

Ikuti kami di
KOMENTAR
360 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved