Mengenal Sejarah Istana Alwatzhikobillah Sambas dan Tersebarnya Islam

UAS lansung menyampaikan tausyiah di hadapan ribuan masyarakat Sambas.

zoom-inlihat foto Mengenal Sejarah Istana Alwatzhikobillah Sambas dan Tersebarnya Islam
Istimewa
Istana Alwatzhikobillah Sambas

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM-  UAS)'>Ustad Abdul Somad ( UAS) di anugrahkan gelar Imam Kesultanan Sambas, dari Istana Alwatzhikobillah Sambas. Gelar itu diberikan saat dirinya bersilaturahmi ke Istana Alwatzhikobillah Sambas, tadi malam. 

Penganugerahan gelar tersebut, lansung disematkan oleh Pangeran Ratu Muhammad Tarhan, saat UAS datang di Istana Alwatzhikobillah. 

Setelah penganugerahan gelar, dan silaturahmi dengan kerabat istana dan Pjs Bupati Sambas. 

UAS lansung menyampaikan tausyiah di hadapan ribuan masyarakat Sambas, yang sudah memadati halaman istana sejak sore hari. 

Dalam tausyiahnya, UAS mengingatkan beberapa hal. Salah satunya adalah tentang pentingnya peradaban dan budaya. 

Baca juga: Pontianak Bangge! Bahasa Melayu Pontianak Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Kata dia, masyarakat Sambas adalah masyarakat yang beradab, itu terbukti dari sambutan pihak kesultanan.

Selain itu, masyarakat Sambas patut bangga, karena Sambas adalah orang yang berpendidikan. 

Ini dibuktikan dengan adanya Syaikh Khatib Sambas yang tidak lain adalah ulama tamashur asal Sambas yang meninggal di tanah Makkah. 

Karenanya, ia berharap agar Sambas bisa lahir lagi ulama-ulama hebat seperti Syaikh Khatib Sambas. Yang muridnya sudah tersebar di seluruh Nusantara. 

Bahkan kata dia, Syaikh Khatib Sambas juga merupakan cikal bakal dari para pendiri NU dan Muhammadiyah. Karena sanad keilmuan KH Hasyim Asy'ari dan KH Ahmad Dahlan, sampai kepada Syaikh Khatib Sambas.

Sejarah Istana Alwatzhikobillah Sambas

Istana Alwatzikhoebillah Kesultanan Sambas merupakan daya tarik wisata sejarah yang terdapat di Kabupaten Sambas dan menjadi lambang kebesaran serta kejayaan kerajaan islam di Kalimantan Barat, selain Masjid Agung Sambas yang juga terletak di kawasan ini.

Kesultanan Sambas didirikan oleh Raden Sulaiman yang bergelar Sultan Muhammad Syafi’uddin I, pada hari Senin, 10 Zulhijjah 1040 H/ 9 Juli 1631 M, terletak di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat.

Istana Alwatzikhoebillah berada pada pertemuan Sungai Sambas Kecil, Sungai Subah, dan Sungai Teberau, jaraknya hanya berkisar 1 km dari pusat Kota Sambas.

Istana Alwatzikhoebillah Kesultanan Sambas terbuka bagi masyarakat umum yang ingin melihat langsung peninggalan dan simbol kejayaan islam di Tanah Borneo.

Baca juga: Keren! Wisata Kelam Permai Kabupaten Sintang, Miliki Pesona Alam Eksotis

Istana ini dibuka setiap hari mulai dari jam 09:00 sampai dengan jam 15:00. Pada hari-hari besar, biasanya diadakan acara di istana ini, sehingga masyarakat bisa hadir untuk menyaksikan perayaan tersebut.

Istana Alwatzikhoebillah Kesultanan Sambas terletak di daerah pertemuan Sungai Sambas, dengan luas tanah 16.781 m2 membujur arah barat-timur.

Istana Alwatzikhoebillah yang ada sekarang, dibangun oleh Sultan Muhammad Mulia Ibrahim Syafiuddin (1931-1943), sultan ke-15, pada tahun 1933 dan ditempati pada tanggal 6 Juli 1935.

Pembangunan ini menghabiskan biaya mencapai 65.000 gulden dan dilaksanakan oleh Tjin Nyuk dari Pontianak, dengan luas bangunan istana berukuran panjang 9,50 m dan lebarnya 8,05 m.

Sebagai sebuah bangunan di tepian sungai, pastinya pada zaman dahulu perahu sudah menjadi alat transportasi. Terlebih, tepian Sungai Sambas sejak awal telah menjadi daerah pemukiman warga dengan mendirikan rumah rakit/ rumah kolong.

Ikuti kami di
KOMENTAR
332 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved