Fakta Unik Kantong Semar, Menjadi Tumbuhan Pembunuh Serangga

Spesies yang tercatat tumbuh di ketinggian paling tinggi adalah N. lamii yaitu di ketinggian 3,520 m.

Istimewa
Kantung Semar 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM- Kamu pasti tidak asing lagi dengan namanya bunga Kantong Semar.

Tanaman ini memiliki penyebaran yang sangat luas dari pinggir pantai sampai dataran tinggi, karena inilah nepenthes dibagi dalam dua jenis yaitu jenis dataran tinggi dan jenis dataran rendah, walau kebanyakan spesies tumbuh di dataran tinggi.

Spesies yang tercatat tumbuh di ketinggian paling tinggi adalah N. lamii yaitu di ketinggian 3,520 m.

Baca juga: Wahh, Unik! Dimsum Black Edition, Ala Aston Pontianak

Pada umumnya, Nepenthes memiliki tiga macam bentuk kantong, yaitu kantong atas, kantong bawah, dan kantong roset.

Kantong atas adalah kantong dari tanaman dewasa, biasanya berbentuk corong atau silinder, tidak memiliki sayap, tidak mempunyai warna yang menarik, bagian sulur menghadap ke belakang dan dapat melilit ranting tanaman lain, kantong atas lebih sering menangkap hewan yang terbang seperti nyamuk atau lalat, kantong jenis ini jarang bahkan tidak ditemui pada beberapa spesies, contohnya N. ampullaria.

Kantong bawah adalah kantong yang dihasilkan pada bagian tanaman muda yang biasanya tergelatak di atas tanah, memiliki dua sayap yang berfungsi sebagai alat bantu bagi serangga tanah seperti semut untuk memanjat mulut kantong dan akhirnya tercebur dalam cairan berenzim di dalamnya.

Adapun kantong roset, memiliki bentuk yang sama seperti kantong bawah, namun kantong roset tumbuh pada bagian daun berbentuk roset, contoh spesies yang memiliki kantong jenis ini adalah N. ampullariadan N. gracilis.

Beberapa tanaman terkadang mengeluarkan kantong tengah yang berbentuk seperti campuran kantong bawah dan kantong atas.

Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15–20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya, walaupun ada beberapa spesies yang tidak memanjat.

Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.

Kantong ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang tidak tersedia pada habitat tumbuh.

Fakta lainnya, Kelelawar berbulu wol (genus Kerivoula) diketahui bersimbiosis dengan kantong semar.

Baca juga: Percantik Ruangan, Ini 8 Tanaman Hias Gantung yang Punya Banyak Manfaat

kelelawar tersebut tidur di dalamnya sambil melindungi diri dari serangga  yang akan tergelincir jatuh ke dalam kantong semar.

Selain itu, kotoran kelelawar juga bernutrisi bagi kantong semar.

Baru baru ini rahasia di balik keunikan tanaman kantong semar ini akhirnya diungkap oleh kelompok peneliti dari National Institute for Basic Biology, Okazaki yang dipublikasikan di Nature Ecology and Evolution tanggal 6 February 2017 yang lalu.

Hal yang paling menarik dari hasil penelitian ini adalah ternyata kantong semar dari Australia (Cephalotus follicularis), Asia (Nepenthes alata) dan Amerika (Sarracenia purpurea) walaupun mereka berevolusi terpisah satu dengan lainnya, mengalami proses evolusi yang sama yang menjadikan tanaman ini memiliki kebiasaan membunuh.

Mengapa Harus Membunuh?

Tanaman kantong semar umumnya tumbuh di habitat yang sangat miskin dan menghasilkan karbon.

Kegagalan habitat untuk mendukung pertumbuhan tanaman kantong semar ini membuat tanaman ini kekurangan posfor dan nitrogen yang sangat vital bagi pertumbuhannya karena bertindak sebagai pupuk. 

Dalam kondisi seperti ini tanaman kantong semar berevolusi dengan cara yang tidak seperti biasanya, yaitu mengembangkan teknik mendapatkan nutrien dengan cara yang sangat unik.

Baca juga: Keren! Wisata Kelam Permai Kabupaten Sintang, Miliki Pesona Alam Eksotis

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved