Cerdik Memilih telur, Yuk Lihat Tipsnya!

Meski mudah didapat dan mudah diolah, kita tetap harus hati-hati. Sebab, masih ada penjual telur ayam yang tidak bertanggung jawab.

bobo.id
telur sehat 

TRIBUNPONTIANAKWIKI.COM- Telur ayam jadi bahan makanan favorit banyak orang. Selain bisa diolah jadi

berbagai makanan, telur ayam juga mudah didapatkan.

Meski mudah didapat dan mudah diolah, kita tetap harus hati-hati. Sebab, masih ada penjual telur ayam yang

tidak bertanggung jawab.

Mereka menjual telur dengan harga murah, tapi sebenarnya tidak layak dikonsumsi, bahkan berbahaya.

Baca juga: CARA Mudah Ajukan BLT UMKM Senilai Rp 2,4 juta, Cek Disini Apakah Kamu Penerimanya?

Telur yang tidak layak dikonsumsi ini biasanya adalah telur infertil. Telur yang seperti apa? Yuk, cari tahu!

Telur Infertil Tak Boleh Dikonsumsi

Belum lama ini beredar kabar adanya telur ayam infertil atau telur ayam hatched egg (HE) di pasaran Tanah Air.

Dijual mulai kisaran Rp 7-10 ribu per kilogramnya, telur ayam infertil adalah produk buangan atau residu dari 

breeding atau peternak ayam broiler, atau dari telur-telur yang tidak bisa ditetaskan.

Selain dari telur ayam infertil, telur HE juga bisa berasal dari telur fertil atau telur tertunas (sudah dibuahi pejantan)  namun tak ditetaskan perusahaan breeding.

Alasannya antara lain suplai anakan ayam atau day old chick (DOC) yang sudah terlalu banyak, sehingga biaya

menetaskan telur lebih mahal dari harga jual DOC.

Baca juga: Gambar Matahari yang Paling Detail Berhasil Ditangkap oleh Teleskop GREGOR! Sudah Lihat?

Telur HE merujuk pada telur yang tak digunakan atau produk yang tak terpakai dari perusahaan breeding untuk

pembibitan anakan ayam ayam broiler atau ayam pedaging.

Bahkan pelarangan peredaran infertil dipertegas dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32

Tahun 2017 tentang Penyediaan, Peredaran, dan Pengawasan Ayam RAS dan Telur Konsumsi.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tasikmalaya Tedi Setiadi menjelaskan perihal telur

infertil, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Pak Tedi mengemukakan, mengonsumsi telur infertil berbahaya bagi kesehatan.

Selain membahayakan kesehatan, dalam prosesnya, biasanya telur melalui penyemprotan dengan zat kimia.

Telur Infertil Beredar di Pasaran

Berdasarkan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), seseorang yang mengonsumsi telur infertil dapat

mengalami beberapa gangguan kesehatan.

Sebab, telur infertil bisa jadi mengandung bakteri Salmonella yang dapat menyebabkan muntah, demam, diare,

dan kram perut.

Ciri Telur Infertil

Untuk itu, kita harus mengetahui perbedaan antara telur biasa atau konsumsi dan telur infertil.

Berikut hal mudah yang bisa kita pahami agar tidak salah membeli telur.

Telur Infertil

  • Warna kulit telur lebih pucat atau putih.
  • Biasanya ada titik merah di bagian dalam telur.
  • Ukuran telur infertil sama seperti telur biasa.
  • Hanya bertahan sekitar seminggu di suhu ruang.
  • Telur lebih cepat busuk.
  • Harga per kilogram jauh lebih murah dari telur biasa.

Melansir Kompas.com, Ketua Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN) Blitar Rofiyasifun, menjelaskan telur

infertil memiliki ciri fisik cangkang telur berwarna pucat atau putih.

Baca juga: Kiprah Syenida Meryfandina, Pesepak Bola Putri Kalbar di Laga Nasional!

Sementara telur ayam negeri memiliki warna agak kecoklatan.

Selain itu, ciri telur HE pada umumnya, biasanya akan tampak bintik hitam atau merah saat diteropong dengan

menggunakan senter.

Pada cangkang telur infertil biasanya lebih tipis ketimbang telur ayam ras pada umumnya.

Ukuran telur HE dan telur ayam negeri pun hampir sama, dan tak ada perbedaan rasa ketika sudah dimasak

untuk dikonsumsi.

Meski begitu, berbeda dengan telur ayam negeri, telur HE lebih cepat membusuk, biasanya setelah lewat satu minggu.

Selain itu, telur HE biasanya sudah beberapa hari tersimpan di tempat penyimpanan maupun mesin tetas perusahaan.

Faktor inilah yang membuat telur HE harganya jauh lebih murah dibandingkan telur ayam ras yang bisa dijual pedagang di pasar. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR
276 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved