Komunitas Doodle art Pontianak

Doodle art Pontianak merupakan sebuah komunitas yang terdiri dari orang-orang yang senang berkreativitas di bidang seni rupa

Tribun Pontianak/Istimewa
Komunitas Doodleart Pontianak saat meet up, gambar bareng dan belajar bareng di Hijrah Cafe 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, PONTIANAK - Doodle art Pontianak merupakan sebuah komunitas yang terdiri dari orang-orang yang senang berkreativitas di bidang seni rupa dan memiliki hobi menggambar.

Founder Komunitas Doodleart Pontianak, Aurel Agusta mengatakan komunitas ini berdiri sejak 25 Juli 2016. Meskipun nama komunitas ini "Doodle", namun Aurel mengaku tak ada batasan anggota harus menggambar doodle karena anggotanya bisa menggambar apa saja selain doodle.

Komunitas Holic Games Studio

Doodle art Pontianak kata Aurel merupakan wadah untuk berkarya dan menyatukan berbagai jenis aliran seni menggambar dalam satu komunitas. Bagi Aurel, doodle atau menggambar tujuannya untuk menyalurkan hobi.

Doodleart Pontianak gambar bareng di spanduk dalam rangka ulang tahun doodle art Indonesia berlokasi di Taman Alun Kapuas
Doodleart Pontianak gambar bareng di spanduk dalam rangka ulang tahun doodle art Indonesia berlokasi di Taman Alun Kapuas (Tribun Pontianak/Istimewa)

Bahkan saat sedang sedih, marah dan bahagia ia bisa mencurahkannya ke dalam gambar. Doodle bisa dijadikan aktivitas terapi untuk menjernihkan pikiran. Tak sekedar itu, karya-karya yang dibuat Aurel dapat mendatangkan uang.

Untuk kegiatan rutin, Doodle art Pontianak biasanya melakukan pertemuan setiap satu atau dua minggu sekali. Melalui pertemuan itulah mereka mengasah kemampuan dengan menggambar bersama dan sharing.

Selain di taman kota, biasanya komunitas ini melakukan pertemuan dari satu cafe ke cafe lainnya. Melalui pertemuan rutin yang dilakukan, mereka bisa berkarya dan belajar bersama. Bagi yang tertarik bergabung bisa mendapatkan info melalui akun @doodleartpontianak.

Giat menekuni seni menggambar dan aktif berlatih bersama melalui komunitas Doodleart Pontianak, Aurel tak pernah menyangka jika hobinya bisa menghasilkan uang.

Komunitas Mata Literasi

Berawal dari iseng-iseng dan latihan, di upload ke media sosial, dilihat banyak orang, sejak itu mulai ada tawaran-tawaran dan pesanan. Jika awalnya Aurel memberikan gambarnya secara cuma-cuma, namun akhirnya ia mencoba menjual dan memasang tarif.

Bahkan dulu, kata Aurel ia pernah mendapat tawaran mural, itu sebagai job pertamanya dan job besar baginya, karena job itu untuk menggambar di dinding cafe. Namun karena waktu itu Aurel belum berani memasang harga, jadi hanya mengatakan harga sewajarnya saja.

Namun karyanya hanya dihargai Rp 50 ribu, padahal memakan waktu lama dan menguras banyak tenaga. Setelah itu Aurel sempat down dan berhenti menggambar. Tapi ia kemudian bangkit dan berani memasang tarif karena menggambar tidak mudah dan seni itu mahal.

Pengalaman tersebut juga dialami sebagian kawan-kawan Aurel di Komunitas Doodleart Pontianak, mereka belum berani memasang harga. Namun berkat ketekunannya berlatih bersama kawan-kawan di komunitas Doodleart Pontianak, kini Aurel dan teman-teman lainnya berani mematok harga untuk karya yang mereka buat.

Komunitas Satu Periok Mempawah

Karya Aurel semakin berkembang selain dari belajar otodidak, mereka juga belajar bersama di komunitas. Kadang mereka saling berdiskusi apabila tidak mengerti suatu cara menggambar atau perlu tips dari teman-teman yang lebih berpengalaman.

Ikuti kami di
Penulis: Maskartini
Editor: Maskartini
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved