Batik Kote Singkawang

Batik Kote Singkawang merupakan batik yang dipelopori Priska Yeniriatno

Batik Kote Singkawang
Tribun Pontianak/Istimewa/Priska
Priska Yeniriatno merupakan pemilik brand batik Kote Singkawang. tribunpontianak/istimewa/priska 

TRIBUNNEWSWIKI.COM, PONTIANAK - Batik Kote Singkawang merupakan batik yang dipelopori Priska Yeniriatno sebagai persembahan kepada Kota Singkawang. Priska mengaku Singkawang saat itu belum mempunyai batik yang sesuai dengan pengertian batik sebenarnya.

Motif batik pada mulanya Priska ambil dari beberapa tanaman yang menjadi endemik dari Kota Singkawang yaitu Anggrek Singkawang dan Tengkawang Singkawang yang bisa dikatakan hampir punah dengan tujuan bisa mengingat dan melestarikannya.

Saat ini motif batik diakuinya lebih kepada adab masyarakat yang ada karena sudah lebih banyak masyarakat yang diberdayakan dan dikenalkan memproduksi batik.

Priska Yeniriatno

Priska Yeniriatno merupakan pemilik brand batik Kote Singkawang. Tribunpontianak/istimewa/Priska
Priska Yeniriatno merupakan pemilik brand batik Kote Singkawang. Tribunpontianak/istimewa/Priska (Tribun Pontianak/Istimewa/Priska)

Ketika ditanya mengapa memilih batik, jawaban Priska karena membatik adalah hobi yang ketika ia kerjakan mendapat kebahagiaan tersendiri.

Pada 2010 ia sebagai mahasiswa ekonomi semester akhir memiliki banyak waktu luang, menyempatkan diri untuk belajar membatik yang pada akhirnya menjadi hobi sampai saat ini.

Saat kuliah di Jogjakarta ia memiliki eyang angkat yang merupakan seorang seniman lukis dan batik. Pada 2011 Priska kembali ke Kota Singkawang, Kalimantan Barat untuk bekerja dan menjadi staff accounting di salah satu perusahaan.

Namun pada 2013 ia resign dan memberanikan diri dan bertekat untuk menjadikan hobi membatik menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga orang lain dengan mendirikan rumah batik.

Seiring berjalan, pada 2014 ia mengajarkan batik kepada 28 ibu-ibu rumah tangga yang tidak bekerja di daerah dalam Singkawang selama empat bulan.

Namun hanya delapan ibu rumah tangga yang menyelesaikan materi membatik. Dari delapan orang yang menyelesaikan materi hingga tahap akhir tersebut, hanya dua orang yang menjadikan membatik sebagai mata pencaharian.

Kemudian rumah batik menjadi galeri workshop Kote Singkawang. Prestasi demi prestasi pun diraih, pameran demi pameran baik dalam maupun luar negeri pun Priska ikuti mulai dari Kota Singkawang, Pontianak, Jakarta, Bogor, Batam, Khucing, Bali sampai 2017.

Memasuki tahun 2018 tepatnya 16 Januari, Batik Kote Singkawang menggelar Pameran Tunggal Batik Karya pertama dengan tema "Cermin Malam" mengawali perjalanan dunia batik yang Priska geluti.

Agustus 2019, Priska membangun Kampung Batik (Ragam Corak Singkawang Tiga Penjuru) dengan MoU dan support dana dari Astra International. Oktober 2019 digelar Classic To Millennial Performance dari Kampung Batik dengan Perform Batik Shadow sebagai upaya mengenalkan batik dengan lebih modern dan menyenangkan dengan sebuah pertunjukan teater dan musik.

Rencananya Oktober 2020 kata Priska akan digelar Festival Budaya Ragam Corak 3 Penjuru (membatik 100 meter bersama barongsai dan masyarakat Kota Singkawang, Pesta Makanan Tradisional Singkawang, Batik Shadow Perform, Karnaval Budaya Ragam Corak Singkawang 3 Penjuru.

Ikuti kami di
Penulis: Maskartini
Editor: Maskartini
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved