Lady Salim

Wanita kelahiran Kota Pontianak, 25 maret 1981 ini pernah mendapat Peringkat 12 class open rookie non winch

TRIBUNPONTIANAK/ANESH VIDUKA
Lady Salim, satu di antara offroader perempuan di Kalimantan Barat. Ia yang menyukai mobil balap dan acap kali menjadi pemenang di berbagai kesempatan dari event daerah, membuat Lady Salim begitu bersemangat saat mengendarai mobil offroad nya tersebut. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA) 

TRIBUNNEWSWIKI.COM,PONTIANAK - Lady Salim pebalap asal Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Ia yang menyukai mobil balap, acap kali menjadi pemenang di berbagai kesempatan dari even daerah.

Hal tersebut membuat Lady Salim semakin bersemangat saat mengendarai mobil offroadnya.

Istri dari Gusti Ivan Sastriadi ini memiliki hobby travelling dan berpetualang bersama anak-anak.

Wanita kelahiran Kota Pontianak, 25 maret 1981 ini pernah mendapat Peringkat 12 class open rookie non winch dan Juara 3 woman class.

Kesukaannya terhadap balapan, tak terlepas dari peran sang suami yang sering mengajaknya ikut dalam setiap pertandingan Indonesia Offroad Federation (IOF) Kalbar di beberapa daerah di Kalimantan Barat.

Alwa Rerizia

Karina Syahna

Ceritanya pun cukup unik, awal perkenalannya dengan offroad lantaran ia dan sang suami dulunya berjualan es sambil melihat balap offroad.

Awalnya ia mengaku tidak tahu menahu bagaimana teknik balapan.

Semangat serta kerja keras, akhirnya membuat ia dan sang suami bergabung di komunitas IOF.

Kondisi terburuk yang pernah ia alaminya yaitu jungkir balik saat balapan.

Hal yang tidak biasa baginya adalah bagaimana akhirnya ia ikut dalam event menjadi pebalap dan suami yang menjadi navigatornya.

Ia juga berkata, saat ini disetiap kegiatan dirinya malah dipandang sama. Tidak ada lagi namanya malu-malu dan takut dengan medan terjangnya.

Pesan Lady bagi wanita yang ingin ikut offroad adalah, ketika sudah duduk di dalam mobil dan mulai berjalan maka jangan lagi panik.

Kepanikan akan membuat tubuh cepat lemas serta kita tidak akan bisa kuat dalam menghadapi arena di lapangan.

Semuanya akan berantakan karena tidak adanya keseimbangan antara pikiran, hati, mental di arena offroad.

AL Leysandri

Lebih dari dua tahun kiprahnya di offroad sebagai pebalap wanita yang kurang lebih hanya 3 orang saja di Kalbar, membuat Lady merasa senang dan tertantang.

Tak sedikitpun ia gentar menjadi pebalap offroad dan ia juga bisa merasa tertantang dan lebih baik kalau bisa berkompetisi dengan para senior lainnya.

Lady Salim, satu di antara offroader perempuan di Kalimantan Barat. Ia yang menyukai mobil balap dan acap kali menjadi pemenang di berbagai kesempatan dari event daerah, membuat Lady Salim begitu bersemangat saat mengendarai mobil offroad nya tersebut. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA)
Lady Salim, satu di antara offroader perempuan di Kalimantan Barat. Ia yang menyukai mobil balap dan acap kali menjadi pemenang di berbagai kesempatan dari event daerah, membuat Lady Salim begitu bersemangat saat mengendarai mobil offroad nya tersebut. (TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA) (TRIBUNPONTIANAK/ANESH VIDUKA)

Tak melupakan tugasnya, Lady Salim sebagai wanita offroad yang telah banyak mengikuti kegiatan ini memiliki motivasi yang tegas dalam mendidik anak-anaknya.

Tentu saja, kedua putranya yang masih mengenyam pendidikan di sekolah dasar kini sudah hapal 30 jus Al-Qur'an.

Hapalan itu selalu mereka setor kepada bunda yang saat ini juga mendirikan warung kopi 39 di jalan Sultan Abdurrahman. Usaha ini ia rintis karena hobinya yang juga suka ngumpul bersama teman-teman offroad lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR
83 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved