Kabupaten Sambas

Sambas merupakan wilayah Kabupaten yang terletak pada bagian pantai barat paling utara dari wilayah provinsi Kalbar

Kabupaten Sambas
TRIBUNPONTIANAK/WAWAN GUNAWAN
Satu di antara potensi wisata yang di miliki Kabupaten Sambas, Masjid Keraton Sambas. TRIBUNPONTIANAK/WAWAN GUNAWAN 

Bersamaan dengan itu, Raden Akhmad putera Raden Abdu Wahab dilantik menjadi Pangeran Bendahara Sri Maharaja.

Wafatnya Sultan Muhammad Tadjuddin, pemerintahan dilanjutkan Puteranya Raden Meliau dengan gelar Sultan Umar Akamuddin I.

Berkat bantuan permaisurinya bernama Utin Kemala bergelar Ratu Adil, pemerintahan berjalan lancar dan adil.

Inilah sebabnya dalam sejarah Sambas terkenal dengan sebutan Marhum Adil, Utin Kemala adalah puteri dari pangeran Dipa (seorang bangsawan kerajaan Landak) dengan Raden Ratna Dewi (puteri Sultan Muhammad Syafeiuddin I).

Wafatnya Sultan Umar Akamuddin I, Puteranya Raden Bungsu naik tahta dengan gelar Sultan Abubakar Kamaluddin. Kemudian diganti oleh Abubakar Tadjuddin I.

Berganti pula dengan Raden Pasu yang lebih terkenal dengan nama Pangeran Anom.

Setelah naik tahta beliau bergelar Sultan Muhammad Ali Syafeiuddin I. Sebagai wakilnya diangkatlah Sultan Usman Kamaluddin dan Sultan Umar Akamuddin III. Pangeran Anom dicatat sebagai tokoh yang sukar dicari tandingannya, penumpas perampok lanun.

Setelah memerintah kira-kira 13 tahun (1828), Sultan Muhammad Ali Syafeiuddin I wafat. Puteranya Raden Ishak (Pangeran Ratu Nata Kesuma)baru berumur 6 tahun.

Karena itu roda pemerintahan diwakilikan kepada Sultan Usman Kamaluddin.

Tanggal 11 Juli 1831, Sultan Usman Kamaluddin wafat, tahta kerajaan dilimpahkan kepada Sultan Umar Akamuddin III. Tanggal 5 Desember 1845 Sultan Umar Akamuddin III wafat, maka diangkatlah Putera Mahkota Raden Ishak dengan gelar Sultan Abu Bakar Tadjuddin II.

Tanggal 17 Januari 1848 putera sulung beliau yang bernama Syafeiuddin ditetapkan sebagai putera Mahkota dengan gelar Pangeran Adipati. Tahun 1855 Sultan Abubakar Tadjuddin II diasingkan ke Jawa oleh pemerintah Belanda (Kembali ke Sambas tahun 1879).

Maka sebagai wakil ditunjuklah Raden Toko' (Pangeran Ratu Mangkunegara) dengan gelar Sultan Umar Kamaluddin. Pada tahun itu juga atas perintah Belanda, Pangeran Adipati diberangkatkan ke Jawa untuk study.
Tahun 1861 Pangeran Adipati pulang ke Sambas dan diangkat menjadi Sultan Muda. Baru pada tanggal 16 Agustus 1866 beliau diangkat menjadi Sultan dengan gelar sultan Muhammad Syafeiuddin II. Beliau mempunyai dua orang istri.

Dari istri pertama (Ratu Anom Kesumaningrat) dikaruniai seorang putera bernama Raden Ahmad dan diangkat sebagai putera Mahkota. Dari istri kedua (Encik Nana) dikaruniai juga seorang putera bernama Muhammad Aryadiningrat.

Sebelum manjabat sebagai raja, Putera Mahkota Raden Ahmad wafat mendahului ayahnya.

Komunitas Indonesias Sketchers

Sebagai penggantinya ditunjuklah anaknya yaitu Muhammad Mulia Ibrahim. Pada saat Raden Ahmad wafat, Sultan Muhammad Syafeiuddin II telah berkuasa selama 56 tahun.

Beliau merasa sudah lanjut usia, maka dinobatkan Raden Muhammad Aryadiningrat sebagai wakil raja dengan gelar Sultan Muhammad Ali Syafeiuddin II.

Setelah memerintah kira-kira 4 tahun, beliau wafat.

Roda pemerintahan diserahkan kepada Sultan Muhammad Mulia Ibrahim. Dan pada masa pemerintahan raja inilah, bangsa Jepang datang ke Sambas. Sultan Muhammad Mulia Ibrahim adalah salah seorang yang menjadi korban keganasan Jepang.

Sejak saat itu berakhir pulalah kekuasaan Kerajaan Sambas.

Sedangkan benda peninggalan Kerajaan Sambas antara lain tempat tidur raja, kaca hias, seperangkat alat untuk makan sirih, pakaian kebesaran raja, payung ubur-ubur, tombak canggah, meriam lele, 2 buah tempayan keramik dari negeri Cina dan kaca kristal dari negeri Belanda.

Menurut Staatsblad van Nederlandisch Indië tahun 1849, wilayah ini termasuk dalam zuid-ooster-afdeeling berdasarkan Bêsluit van den Minister van Staat, Gouverneur-Generaal van Nederlandsch-Indie, pada 27 Agustus 1849, nomor 8.

Geografis

Kabupaten Sambas dengan luas wilayah 6.395,70 km2 atau 639.570 ha (4,36% dari luas wilayah Propinsi Kalimantan Barat), merupakan wilayah Kabupaten yang terletak pada bagian pantai barat paling utara dari wilayah propinsi Kalimantan Barat.

Luas wilayah laut 12 mil dari darat : 1.467,84 km².

Panjang pantai : 198,76 km dengan karakteristik sebagian besar adalah pantai berpasir membentang dari Semelagi hingga Tanjung Datok (Paloh). Panjang pantai tiap kecamatan menurut Lapan (2003) yaitu : Kecamatan Selakau (13,51 km), Kecamatan Pemangkat (20,49 km), Kecamatan Jawai (42,53 km), Kecamatan Teluk Keramat (19,67 km), Kecamatan Paloh (102,56 km).

Luas wilayah laut 12 mil dari darat : 1.467,84 km².

Dilihat dari letak geografisnya, Kabupaten Sambas terletak diantara 1’23” Lintang utara dan 108’39” Bujur Timur. Dengan batas administratif :

• Sebelah Utara berbatasan dengan : Malaysia Timur (Sarawak) dan Laut Natuna

• Sebelah Selatan berbatasan dengan : Kabupaten Bengkayang dan Kota Singkawang

• Sebelah Timur Berbatasan dengan : Kabupaten Bengkayang dan Serawak

• Sebelah Barat Berbatasan dengan : Laut Natuna

Wilayah administratif Sambas meliputi 19 (Tahun 2008) Kecamatan yaitu kecamatan Sambas, kecamatan Sebawi, kecamatan Tebas, kecamatan Semparuk, kecamatan Pemangkat, kecamatan Salatiga, kecamatan Selakau, kecamatan Selakau Timur, kecamatan Tekarang, kecamatan Jawai, kecamatan Jawai Selatan, kecamatan Sajad, kecamatan Sejangkung, kecamatan Paloh, kecamatan Teluk Keramat, kecamatan Tangaran, kecamatan Subah, dan kecamatan Sajingan Besar dengan desa keseluruhan berjumlah 184 desa.

Kabupaten Sambas memiliki 19 kecamatan.

Kecamatan terluas adalah Kecamatan Sajingan Besar dengan luas 1.391,20 Km2 atau 21,75% dari luas Kabupaten Sambas sedangkan yang terkecil adalah Kecamatan Tekarang dengan luas 83,16 Km2 atau 1,30% dari luas Kabupaten Sambas.

Demografi

Berdasarkan data BPS hasil proyeksi Penduduk Sementara Provinsi Kalimantan Barat  Jumlah penduduk Kabupaten Sambas tahun 2011 sebanyak 501.149 orang diproyeksikan bertambah sebesar 5.029 orang dari tahun 2010.

Total penduduk laki-laki sebanyak 247.083 orang, sedangkan penduduk perempuan sebanyak 254.066 orang.

Jumlah penduduk berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin dengan rincian  total kelompok umur 0-9 tahun sebanyak 58.467 orang (urutan pertama terbesar), total kelompok umur 0-4 tahun sebanyak 57.301 orang (urutan kedua terbesar) , total kelompok umur 10-14 sebanyak 52.607 orang (urutan ketiga terbesar).

Arti Lambang Pemerintah Kabupaten Sambas 

Bintang Bersudut Lima Warna Emas adalah Dasar Falsafah Negara Pancasila, dimaksud bahwa Kabupaten Sambas merupakan bagian dari Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila.

Kelopak Bunga Kapas berjumlah 17 buah, berarti tanggal 17

Bunga Kapas berjumlah 8 buah, berarti bulan 8 (bulan Agustus)

Buah Padi berjumlah 45 buah, berarti tahun 1945.

Tangkai Padi dan Tangkai Kapas diikat menjadi satu oleh pita bersudut empat, mengandung arti CATUR KARSA, yakni :

Kesungguhan 

Kejujuran 

Kegotong Royongan 

Kekeluargaan

Dengan Catur Karsa ini dimaksudkan terlaksananya kesejahteraan yang merata persatuan dan kesatuan rakyat Kabupaten Sambas.

Mandau dan Tombak, menggambarkan Pusaka dan Kebudayaan Rakyat Kabupaten Sambas.
Padi dan Kapas melambangkan cukup pangan dan cukup sandang.

Tulisan "Sambas" menunjukkan Kabupaten Sambas adalah salah satu wilayah kabupaten dalam Propinsi Kalimantan Barat, yang merupakan satu Daerah Otonom.

Sumber : sambas.go.id

Ikuti kami di
Penulis: Maskartini
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved