Kabupaten Mempawah

Pada 2007 Kabupaten Pontianak dimekarkan dengan membentuk Kabupaten Kubu Raya

Kabupaten Mempawah
TRIBUNPONTIANAK
Gedung Kantor Bupati Mempawah yang terletak di Jalan Daeng Manambon, Kelurahan Tengah, Kecamatan Mempawah Hilir, Jumat (15/2/2019). 

Sebelumnya pada Tahun 1999 Kabupaten Pontianak juga telah dimekarkan dengan membentuk Kabupaten Landak yang didasarkan pada Undang-undang Nomor 55 Tahun 1999, yang kemudian  dirubah  dengan Undang-undang Nomor 15 Tahun 2000 tentang Perubahan  Undang-undang  Nomor 55 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Landak.

Sebagai konsekuensi langsung dari pemekaran tersebut adalah berkurangnya luas Kabupaten  Pontianak  secara signifikan dari 18.171,20 km² dengan 28 Kecamatan sebelum Tahun 1999 (dimekarkannya Kabupaten Landak) menjadi 8.262,10 km² dengan  18  Kecamatan  setelah  pemekaran. 

Selanjutnya dengan  pemekaran  kembali Kabupaten  Pontianak  dengan  membentuk  Kabupaten  Kubu Raya pada Tahun 2007, maka luas Kabupaten Pontianak setelah dimekarkan kembali menjadi hanya seluas ± 3.816,96km² dengan 9 Kecamatan dan 115 desa serta 11 kelurahan.

Selanjutnya  dalam  perkembangan  penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Pontianak dan dengan di latarbelakangi oleh faktor sejarah, budaya, adat istiadat masyarakat Kabupaten Pontianak, maka berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 58 tahun 2014 tanggal 21 juli 2014, Nama Kabupaten Pontianak berubah menjadi Kabupaten Mempawah.

Kabupaten Mempawah pada April 2018 mempunyai luas wilayah sebesar 2.797,880 Km2  terdiri dari 1.276,90 Km2 Luas daratan dan 1.520,98 Km2 merupakan wilayah perairan yang meliputi 9 Kecamatan terdiri dari 60 Desa serta 7 Kelurahan. Sejak Tahun 2015 sampai dengan 2017 pertambahan penduduk di Kabupaten Mempawah sebesar 1,33% Pertahun, dengan jumlah  perpindahan  penduduk sebesar 29.099.

Asal Nama Mempawah

Mempawah berasal dari nama mempelam paoh atau asam paoh yang banyak tumbuh di Kuala Mempawah.

Konon pohon tersebut telah berusia ratusan tahun dan menjadi pintu gerbang siapa saja yang ingin masuk ke kerajaan mempawah.

Nama asam paoh ini kemudian terus berkembang dan karena dialek masyarakat melayu hingga menjadi nama mempawah yang kita kenal sekarang

Faktor Kedua, berdasarkan faktor fakta sejarah dari kata di bawah atau membawah, hal tersebut dilatar belakangi dari peristiwa berpindahnya istana di atas bukit gunung kandang atau sebukit rama (makam Opu Daeng Manambon sekarang) ke 'bawah' atau 'membawah' turun ke bawah kampung brunai pulau pedalaman mempawah, (Kerajaan Amantubillah sekarang)

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Maskartini
Editor: Nur Afitria Cika Handayani
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved